masa menunggu

aku harus meninggalkan kota itu, kota yang telah mendidik aku dan membesarkan aku, entah besar sebagai penyakit atau besar sebagai seorang yang telah berumur. mungkin aku tidak mengukir apapun kecuali hanya tidur sebantal dengan kawan-kawan perjuangan. atas nama rakyat…mungkin sperti itu dulu.

semalam telah kuhabiskan tetap bersama kawan-kawan, walaupun hanya beberapa tetapi aku yakin akan menjadi sebuah ending yang menggembirakan, berbicara tentang masa depan yang terus memburu dan bicara uang yang terus mengejar untuk memnuhi tuntutan layaknya manusia.

aku telah sampai di kampung halamanku, kampung yang dulu membesarkan aku, kampung yang telah aku habiskan waktuku bersamanya, dengan keunikan dan khas masa kanak.

sekarang aku menanti, kampungku tetap menjadi persinggahanku, menjadi transit untuk menata masa depan, kampung yang cukup indah untuk beristirahat, menenangkan otak dan mengolah rasa tentunya, bersama kedua orang yang telah membesarkan aku, dan sampai sekarang mereka tetap menyayangiku seperti dulu. masa kanak

aku menunggu, masa yang akan merubah aku, entah sebuah evolusi atau revolusi, aku hanya berharap ini adalah sebuah awal baru bagi perjalananku, bersama pasanganku untuk mengabdikan diri…

semoga engkau kuat bersamaku…

Satu Tanggapan

  1. Aku kur iso dongakne krus. Mg2 pengalamanmu yg dulu mendidikmu dan menunjukn jalan terbaikmu dikampungmu. Mg2 bojomu dwe anak sing akeh tur pinter2.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.