17
Jul
09

mboh

ada orang yang mendefenisikannya dengan berkurang umur tetapi juga ada yang mengatakannya dengan bertambah umur. terserah apa yang mereka katakan karena tidak akan mempengaruhi substansi momentum ini.

yang ada sekarang adalah hasil karya yang dilakukan kemarin, atau kemarin lusa. tak lebih dari itu. entah itu menangis atau tertawa

16
Jun
09

????

?????????????

???????????

?????????

10
Jun
09

mereka

hari ini aku mendengarkan mereka-mereka yang masih komitmen untuk membangun perdaban yang penuh kesadaran. teman-teman mereka. iya teman mereka telah terobsesi dengan ambisi-ambisi uang, bisa juga karena tuntutan dan bisa juga karena mereka kurang realitstis dalam menghadapi hari-hari dan tuntutan-tuntutan masa depan.

mereka menenggelamkan diri pada permainan-permainan pencharian uang, ia kita semua sangat butuh itu, tetapi yang mereka lakukan adalah uang. terkadang memang orang-orang yang kurang mengerti sangat suka bermain judi dan bertaruh nasib…

01
Jun
09

Sabtu Pagi

Sabtu pagi Semalaman tidak menidurkan diri, tidak mengistirahatkan otak atau memejamkan mata atau mengistirahatkan tubuh, sampai pada detik ini aku menuliskan kata-kata hanya sebagai penghibur otak agar bekerja sebagaimana mestinya, mengungkapkan pikiran yang kemudian terbahasakan oleh kalimat dengan sederhana untuk memudahkan mereka yang masih goblok atau yang masih belum muak dengan bacaan tanpa aturan.. Hahaha…..

Menertawakan diri sendiri yang terkadang memang perlu ditertawakan, tidak merasa harus seperti ini atau itu karena tidak tahu apa ini dan apa itu.

Haha…… memang lucu, mereka yang terus berkejaran dengan waktu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tetapi hari ini pikiran tidak merasakan kemendesakan itu. Apa memang otak ini yang perlu di cuci otaknya untuk selalu bekerja progres atau memang malah otak ini kebingunan bahkan mungin sudah apatis sehingga tidak ada yang difikirkan. Ah aneh memang hari ini. Aku pesankan secangkir kopi dan sebungkus rokok untuk memperlancar kerja otak (dasar otak…..) dia selalu membutuhkan tubuh yang harus diracuni oleh cafein dan nikotin, untuk memperlancar setiap kata yang harus diketik oleh jari-jari manis ini (hahaha jari manis ???) ia jari manis pemberian Tuhan yang terkadang digunakan untuk kepentingan nafsu dan jarang-jarang untuk kepentingan otak sendiri,atau kepentingan perut (penganguran oe). Banyak dimensi yang harus terpenuhi setiap hembusan nafas, otak, emosi dan perut, semua memerlukan konsumsi atau makanan, nutrisi dan vitamin. Tubuh juga punya kebutuhan biologis seperti layaknya hewan..pemuasan fisik atau keindahan meterialistik. Sudah aku habiskan satu batang rokok tetapi masih menghasilkan beberapa baris tulisan, bukannya merasa tertuntut dengan modal sekian harus menghasilkan sekian (kaya ekonom aja ah) tetapi hanya sebatas mengukur kecepatan kerja otak, yang terkadang harus kita paksakan untuk mengukur kemampuan (manusia normal, narsis dikit lah). Kebiasaan bekerja dengan targetan, itulah gaya hidup yang terkadang memaksa kita untuk memaksakan diri menggunakan speed (kecepatan) diatas rata-rata yang kita gunakan. Belum pernah terlintas dalam otak kenapa harus target dan tujuan dan atau orientasi, kecuali sebatas mengukur kemampuan diri, kemampuan dalam bekerja, kemampuan dalam merespon objek atau kemampuan dalam memprovokasi orang (gak nyambung ah). Sebentar lagi otak ini akan penuh dengan sekian berita, sekian fakta dan sekian informasi, tidak tahu apakah itu kebutuhan, keinginan atau gaya hidup, setiap hari terus dilakukan sehingga menjadi kerak-kerak yang akan sulit dihilangkan. Hah hebat banget mereka meracuni otak ini.

Buku-buku yang terus di pelototi mata para pecandu-pecandu kata tidak ubahnya hanya racun-racun yang akan mendikte kita dalam bergerak dalam berperilaku dan juga dalam berfikir. Dan aku sendiri tidak berani membayangkan ketiak buku-buku itu tidak terbaca, malah semakin bodoh mungkin (bingung ya)…

29
Mei
09

hanya saja

sejauh ini langkahmu, sejauh itu langkahmu, dan sejauh mana langkahku. setiap saat kita bergerak setapak demi setapak dan terus menerus dipaksa melangkah, kata mereka supaya tidak tergilas zaman atau termakan oleh waktu,  entah dalam kesadaranmu atau mungkin kamu lupa apa sebenarnya yang kamu lakukan, apa yang sedang kamu kerjakan adan apa yang kamu inginkan. sekarng besok. lusa atau nanti.

kita dipaksa untuk mengenal apa yang ada di depan kita, apa yang ada sisamping kita, seolah-olah kita adalah mesin zaman, bagian pelaksana zaman tanpa tahu pasti kita sedang dimana?

kita dipaksa untuk bergantung dengan mereka, dengan dia, dengan buku-buku itu, dengan layar-layar itu, dengan taman-taman indah itu dengan alunan-alunan itu. kita kehilangan diri sendiri.

aku melihatmu dalam kesepian arah, aku menatapmu dalam kekosongan fikiran dan aku menginginkanmu untuk membebaskan dari belenggu-belenggu zaman. bukan untuk diriku tapi untuk sebuah perdaban, melihat matahari esok lebih cerah bersinar.




Makhrus Habibi

setiap orang akan punya perjalanan yang berbeda, tetapi semuanya hanya sebatas pencarian senyuman-senyuman yang dihasilkan dari tangisan-tangisan