Sabtu pagi Semalaman tidak menidurkan diri, tidak mengistirahatkan otak atau memejamkan mata atau mengistirahatkan tubuh, sampai pada detik ini aku menuliskan kata-kata hanya sebagai penghibur otak agar bekerja sebagaimana mestinya, mengungkapkan pikiran yang kemudian terbahasakan oleh kalimat dengan sederhana untuk memudahkan mereka yang masih goblok atau yang masih belum muak dengan bacaan tanpa aturan.. Hahaha…..
Menertawakan diri sendiri yang terkadang memang perlu ditertawakan, tidak merasa harus seperti ini atau itu karena tidak tahu apa ini dan apa itu.
Haha…… memang lucu, mereka yang terus berkejaran dengan waktu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tetapi hari ini pikiran tidak merasakan kemendesakan itu. Apa memang otak ini yang perlu di cuci otaknya untuk selalu bekerja progres atau memang malah otak ini kebingunan bahkan mungin sudah apatis sehingga tidak ada yang difikirkan. Ah aneh memang hari ini. Aku pesankan secangkir kopi dan sebungkus rokok untuk memperlancar kerja otak (dasar otak…..) dia selalu membutuhkan tubuh yang harus diracuni oleh cafein dan nikotin, untuk memperlancar setiap kata yang harus diketik oleh jari-jari manis ini (hahaha jari manis ???) ia jari manis pemberian Tuhan yang terkadang digunakan untuk kepentingan nafsu dan jarang-jarang untuk kepentingan otak sendiri,atau kepentingan perut (penganguran oe). Banyak dimensi yang harus terpenuhi setiap hembusan nafas, otak, emosi dan perut, semua memerlukan konsumsi atau makanan, nutrisi dan vitamin. Tubuh juga punya kebutuhan biologis seperti layaknya hewan..pemuasan fisik atau keindahan meterialistik. Sudah aku habiskan satu batang rokok tetapi masih menghasilkan beberapa baris tulisan, bukannya merasa tertuntut dengan modal sekian harus menghasilkan sekian (kaya ekonom aja ah) tetapi hanya sebatas mengukur kecepatan kerja otak, yang terkadang harus kita paksakan untuk mengukur kemampuan (manusia normal, narsis dikit lah). Kebiasaan bekerja dengan targetan, itulah gaya hidup yang terkadang memaksa kita untuk memaksakan diri menggunakan speed (kecepatan) diatas rata-rata yang kita gunakan. Belum pernah terlintas dalam otak kenapa harus target dan tujuan dan atau orientasi, kecuali sebatas mengukur kemampuan diri, kemampuan dalam bekerja, kemampuan dalam merespon objek atau kemampuan dalam memprovokasi orang (gak nyambung ah). Sebentar lagi otak ini akan penuh dengan sekian berita, sekian fakta dan sekian informasi, tidak tahu apakah itu kebutuhan, keinginan atau gaya hidup, setiap hari terus dilakukan sehingga menjadi kerak-kerak yang akan sulit dihilangkan. Hah hebat banget mereka meracuni otak ini.
Buku-buku yang terus di pelototi mata para pecandu-pecandu kata tidak ubahnya hanya racun-racun yang akan mendikte kita dalam bergerak dalam berperilaku dan juga dalam berfikir. Dan aku sendiri tidak berani membayangkan ketiak buku-buku itu tidak terbaca, malah semakin bodoh mungkin (bingung ya)…